Tampilkan postingan dengan label HIKMAH HARI INI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH HARI INI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

Pelajaran dari Surat Dhuha



Surat Adh-Dhuha memberikan pengajaran dengan sangat mendalam tentang Berpikir Positif. Di lain pihak, Shalat Sunnah Dhuha banyak dianggap sebagai Shalat Sunnah mohon rezki. Lantas apa hubungan dari hal itu semua?

Arti dari Dhuha adalah saat matahari naik di pagi hari. Oleh karena itu waktu ideal melaksanakan shalat Dhuha adalah ketika matahari naik sepenggalan atau sekitar pukul 8, walaupun diperkenankan sejak matahari mulai terbit (sekitar pukul 6.00 s.d 6.30).

Surat ini dimulai dengan qasam (sumpah) dengan huruf wâw (و) dan dhuhâ (ضُحَى) sebagai muqsamu bih-nya (مُقْسَمٌ بِهِ, obyek yang digunakan untuk bersumpah). Pendapat yang berlaku di kalangan ulama terdahulu mengatakan bahwa sumpah al-Qur’an dengan wâw mengandung makna pengagungan terhadap muqsamu bih (مُقْسَمٌ بِهِ). Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa sumpah Allah dengan sebagian makhluk-Nya menunjukkan bahwa ia termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya yang besar. Menurut Muhammad Abduh, sumpah dengan dhuhâ (cahaya matahari di waktu pagi) dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya dan besarnya kadar kenikmatan di dalamnya. Berarti pada saat matahari naik di pagi hari (Dhuha) dan pada saat sunyinya malam ada rahasia penting tentang nikmat Allah di dalamnya.

Mari kita renungkan satu persatu lanjutan ayat-ayatnya.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”

Para mufassir sepakat bahwa latar belakang turunnya surat ini adalah keterlambatan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW Keadaan ini dirasakan berat oleh Rasul, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhan nya dan dibenci-Nya.

Ayat ini memberikan taujih (arahan) kepada Rasulullah SAW agar tetap berpikir positif kepada Allah SWT, dan tidak menduga-duga hal negatif atau hal buruk seperti yang ada di pikiran orang-orang munafik dan musyrik.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ

“dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk…” (QS. 48 ayat 6)

Jika pun hidup kita berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Yakinlah hari-hari kemudian akan lebih baik dari hari-hari sekarang dan hari-hari yang telah lalu.

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)”

Berprasangka baiklah Allah SWT akan memberikan karunia dan rahmat yang besar di hari-hari esok, dan JANGAN BERPUTUS ASA!

اِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْفَأَلَ و يَكْرَهُ التَّسَاؤُم

“Sesungguhnya Allah mencintai sikap optimis dan membenci sikap putus asa” (Hadits)

Kalaupun sepanjang hidup kita di dunia selalu dalam kesulitan dan kesempitan, kita tetap berpikir positif bahwa kelimpahan dan kenikmatan akan Allah berikan kepada kita di Hari Akhirat. Maka orang yang bisa berpikir positif seperti itu, tetap tersenyum bahagia dalam menjalankan kehidupan sulitnya di dunia.

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas”

Optimis dan yakin berjumpa Allah di hari Akhir nanti dan mendapatkan limpahan karunia-Nya yang tak terkira, sungguh akan memuaskan hati kita. Karunia Allah kepada penduduk dunia seperti air menetes dari jari yang dicelupkan ke lautan, dibandingkan karunia Allah di hari Akhirat yang seluas lautan itu sendiri.

Bagaimana agar kita selalu berpikir positif? Ingatlah semua nikmat-nikmat Allah yang jika kita hitung tentu tidak akan sanggup.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ, وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ, وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?”

Ingat, renungkan rasakan betapa luas nikmat Allah kepada kita. Apa nikmat Allah yang paling Anda syukuri? Di antaranya adalah, Anda bisa melihat tulisan ini, yang melibatkan kerja milyaran sel, prajurit-prajurit Allah SWT. Bagaimana jika sel-sel itu tidak bekerja?

Yuk kita bersyukur dengan lisan, pikiran dan perasaan. Nikmat sekecil apapun! Dengan lisan ucapkan “Alhamdulillah”, didukung dengan pikiran dan perasaan kita. Sampaikan rasa terima kasih tak berhingga seperti seorang pengemis yang berhari-hari kekurangan makan dan diberi makan oleh seorang kaya, seperti seorang pasien yang sudah berbulan-bulan menderita sakit dan disembuhkan dengan bantuan seorang dokter. Yang Allah berikan kepada kita lebih dari orang kaya dan dokter tersebut di atas, namun mengapa kita lupa mengucapkan terima kasih kepada-Nya? Pantas jika Allah belum menambah nikmat kepada kita, nikmat-nikmat yang lalu saja belum kita syukuri sebagaimana mestinya.

Kalaupun ada kesulitan dan kekurangan dalam hidup kita, tetap saja karunia dan kelimpahan dari Allah masih jauh lebih besar. Lihatlah ke bawah, orang-orang yang lebih susah dari kita, lebih sakit dari kita, lebih miskin dari kita. Jangan selalu melihat ke atas. Melihat ke bawah akan menghaluskan jiwa, melembutkan perasaan, menghidupkan syukur dan mengobati stress, ketidakpuasan dan putus asa.

Setelah bersyukur dengan lisan, pikiran dan perasaan, syukur sejati adalah syukur dengan ‘amal.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ, وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.”

Seorang yang bersyukur akan memanfaatkan nikmat-nikmat yang diperolehnya untuk ibadah, amal shalih, dan perbuatan baik terhadap sesama. Itulah yang dimaksud dalam ayat pamungkas surat ini :

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. Wallahu a’lam. (Agung Yulianto/ Dakwatuna.com)

Minggu, 15 Juni 2008

tentang Donut dan Penampilan


Teman-teman yang dimuliakan oleh Allah pasti sering melihat kue donut atau mungkin memakannya? Ada banyak macam donut di pasaran. Mulai dari yang mahal sampai yang sangat murah harganya. Mulai dari yang dikemas secara menarik sampai yang hanya di taruh di piring terbuka. Mulai dari yang terjamin higienisnya hingga yang terlihat jorok. Mulai dari yang menggugah hati sampai yang biasa-biasa saja. Nah, teman-teman jawab ya pertanyaan ini:
- Yang mana yang lebih enak dan anda suka donut di restoran seperti dunkin, J.Co atau donut yang berada di pasar tradisional?
- Mana yang lebih mahal donut yang ada di restoran atau yang ada di pasar tradisional?
- Mana yang lebih exclusive antara donut yang di restoran atau di pasar tradisional?
- Mana yang lebih enak dipandang antara donut yang di restoran atau di pasar tradisional?
- Mana yang lebih membuat anda tertarik antara donut di restoran dengan di pasar?
Seperti itu pulalah diri kita dalam berpakaian, pakaian yang kita kenakan menentukan nilai dan harga diri kita di mata masyarakat, apakah kita seperti donut yang dikemas rapi, bersih dan higienis serta mempunyai nilai tinggi ataukah kita hanya donut murah yang banyak di jual di pasaran yang bahkan sering kita lihat dilalerin. Teman-teman yang semoga dirakhmati oleh Allah, mari kita renungkan lagi apakah kita sudah benar-benar exclusive di mata masyarakat yang masih waras, lebih-lebih di mata Allah Subhanahu Wata’ala…
Be your self bukan berarti kita dapat mengekspresikan diri seenaknya, kata self berarti jiwa dan bila kita seorang muslim maka itulah jiwa kita sejatinya. Mari kita muhasabah diri kita sendiri tentang sudahkah kita muslim secara penampilan(pola berpakaian).
Akhir kata “ jangan jadi generasi bebek!!! Apalagi bebek yang Cuma ngikutin cara hidup orang-orang kafir.” Naudzubillah..
gaya hidup jahili adalah haram. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

Minggu, 01 Juni 2008

Belajar manajemen waktu


“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang2 yang beriman dan beramal sholeh, yang saling menasehati dalam kebenaran, saling menasehati dalam kesabaran.”(surat al-ashr ayat 1-3)
Disinilah Allah yang maha besar bersumpah dengan makhluknya yang bernama waktu. Mengapa Allah bersumpah dengan waktu?di dalam Al-Qur’an kita sering mendapati Allah bersumpah dengan makhluknya yang bernama waktu itu; wad dhuha, wal fajr, dll. Lalu, kenapa waktu yang Allah jadikan sumpahNya? Jawabannya, pertama disini beliau mengingatkan kita dengan tegas melalui ayat tersebut karena kita sering lalai terhadap waktu yang telah Dia berikan kepada kita. Kedua, Allah bersumpah dengan waktu yang seluruh makhluknya terikat pada waktu itu kecuali Allah yang Maha mengatur dan memelihara waktu.
Nah, dalam menyikapi ayat tersebut mari kita lihat telaah imam syafi’i rahimahullah yang berkata: “ andai tidak ada surat lain yang Allah turunkan selain surat ini, maka sudah cukuplah ayat ini untuk menjadi pedoman hidup manusia.” Apa maksudnya? Intisari surat ini adalah bahwa hidup itu merupakan kumpulan-kumpulan waktu, dan barang siapa yang tidak dapat menggunakan waktu dialah orang yang dijamin bakal merugi, seperti orang mati. Karena hidupnya seperti mayat yang beku, hidup tak sopan matipun bau. Ujuduhu ka-adamihi(keberadaannya seperti tak ada, karena tak ada gunanya) Naudzubillah…
And then, apa yang harus kita lakukan untuk menghindari predikat tersebut??dalam sehari-hari kita sering mendengar istilah manajemen waktu. Yak, manajemen dalam KBBI berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran/tujuan. Kemudian, kemana kita harus belajar manajemen itu sendiri?untuk menjawab pertanyaan ini maka kita harus bertanya dan menjawab kepada diri sendiri siapakah pastinya contoh nyata yang bisa menjadi guru kita dalam mewujudkan manajemen waktu yang baik dalam hidup??
Stop, Tidak perlu repot-repot mencari figur atau guru di luar sana, karena selama ini kita sudah punya tauladannya yaitu Rasulallah dan para sahabat. Nah, let’s we check it up..
Dalam kurun waktu 10 tahun Rasulallah SAW memimpin 80 peperangan dan dalam kurun waktu itupun beliau masih berhasil menjadikan istrinya menjadi istri yang sholehah, anaknya anak yang sholehah, beliau menjadi pembimbing kaumnya untuk menjadi orang yang sholeh, menjadi suami yang mesra bagi istrinya, santun terhadap pembantunya, penyayang kaum yang miskin dan berbagai prestasi lain yang perlu kita teladani.
Zaid bin tsabit mampu menguasai bahasa parsi dalam tempo hanya 2 bulan.
Abu hurairah masuk islam pada umur 60 tahun dan selalu menyertai Rasulallah dalam hidupnya. Beliau meninggal pada tahun 57 H. prestasinya luar biasa beliau meriwayatkan lebih dari 5374 hadits.
Syekh abu mahmud dari palestina, beliau mampu menghafal Al-Qur’an dalam waktu 3 bulan, dan luar biasanya padahal ia saat itu berusia 37 tahun.
To be continued yak… cuapek neh!

Kamis, 29 Mei 2008

Pembelahan Bulan


Mukjizat I Nabi Muhammad S.A.W - Pembelahan Bulan
Pada suatu waktu, Nabi Muhammad S.A.W ingin meyakinkan kepada kaum Quraisy akan kebenaran risalah yang dibawanya.Beliau membelah bulan menjadi dua bagian, yang pada antaranya gunung Hira dapat dilihat. Untuk meyakinkan orang - orang yang tidak percaya kepada mukjizat ini, Qadhi Iyad menyatakan bahwa :
Belum pernah diceritakan oleh bangsa manapun di atas bumi ini bahwa bulan terlihat pada malam itu sedemikian rupa sehingga dapat dikatakan bahwa ia tidak terbelah. Bahkan jika hal ini telah diriwayatkan dari banyak tempat yang berlainan, sehingga kita harus membuang kemungkinan bahwa semua orang setuju untuk berdusta, toh kita tidak akan dapat menerima ini sebagai bukti dari kebalikannya, sebab bulan itu tidak dilihat dengan cara yang sama oleh orang - orang yang berbeda.
Qadhi Iyad akan senang sekali jika mengetahui bahwa di bagian dunia itu diceritakan bahwa seorang raja bernama Syakrawati Farmad di India Selatan benar - benar telah melihat Bulan Yang Terbelah itu, dan ketika mengetahui dari saksi - saksi yang dapat dipercaya tentang apa yang sedang terjadi di Makkah pada malam itu, dia memeluk Islam.
Dan hebatnya lagi, Friedman dalam bukunya " Qissat Shakarwati Farmad" hal. 34 - 35 menambahkan bahwa Neil Amstrong ( salah satu astronot yang pertama ke bulan ) melihat di atas bulan ada suatu garis lurus kira - kira 240 km panjangnya, yang dengan jelas membuktikan bahwa bulan itu pernah terbelah di masa lalu !!! Subhanallah.....Maha Besar Allah...
Disadur dari Buku Dan Muhammad Itu Adalah Rasul Allah karya Annemarie Schimmel

Rabu, 28 Mei 2008

PAHITNYA OBAT


PAHITNYA OBAT

Seorang raja memiliki istri yang sangat ia cintai. Sayang, istrinya tidak bisa memberinya keturunan. Banyak tabib telah berusaha mengobatinya, namun tidak berhasil. Ia diberitahu bahwa ada seorang tabib yang sangat mahir di suatu tempat tertentu.

"Panggillah ia kemari," titah sang raja.

Tak beberapa lama datanglah sang tabib ke hadapan raja.

"Jika kalian ingin aku mengobatinya, maka biarkanlah aku berdua dengan sang permaisuri, tutuplah dengan hijab," kata sang tabib.Mereka kemudian meninggalkan kedua orang itu.

"Setelah kuamati bukuku, ternyata ajalmu telah dekat. Sisa umurmu tak cukup untuk mengandung dan melahirkan. Umurmu hanya tinggal 40 hari lagi," kata sang tabib kepada permaisuri raja.Setelah merasa cukup berbicara dengannya, sang tabib kemudian mohon

diri.

Sejak pertemuannya dengan sang tabib, nafsu makan permaisuri sangat berkurang. Makan siang dihidangkan, namun ia tidak memakannya. Makan malam disiapkan, ia juga tidak menyentuhnya.Raja khawatir dengan keadaan istrinya.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya raja.

"Orang bijak itu mengatakan bahwa umurku tinggal 40 hari," jelas istrinya.Permaisuri lalu menceritakan semua yang dikatakan oleh sang tabib.

Semakin hari tubuh sang permaisuri semakin kurus. Empat puluh hari lewat sudah, tetapi ia tidak mati juga. Raja kemudian mengutus orang untuk mengundang sang tabib.

"Empat puluh hari telah berlalu, namun istriku tetap hidup," kata raja kepada sang tabib.

"Sesungguhnya aku tidak tahu kapan ajalku tiba, apa lagi ajal orang lain. Namun saat itu, aku tidak menemukan obat yang lebih manjur dari berita yang menakutkannya. Istrimu selalu makan yang nikmat-nikmat sehingga lemak menutup rahimnya. Sekarang temuilah dia dan kumpullah dengannya. Insyaa Allah dia akan hamil." Tak lama kemudian tersebar berita bahwa permaisuri raja hamil.

Selasa, 27 Mei 2008

Menjadi orang shadiq(benar)


Tazkiyatun nafs
dari kitab ihya' ulumuddin karya imam ghazali yang diintisarikan oleh ust. said hawa dalam tazkiyatun nafs menerangkan bagaimana proses agar kita menjadi orang shadiq(benar). prosesnya ada empat yaitu:
1. Shidqun Niyah
artinya benar dalam niat. benar dalam menghapus sum'ah dan ujub. benar dalam menatap lurus kedepan tanpa mempedulikan pujian kanan dan celaan kiri. benar dalam berprasangka pada Allah dan benar dalam meneguhkan hati.

2. Shidqun 'Azm
artinya benar dalam tekad, benar dalam keberanian, benar dalam janji-janji pada Allah dan dirinya,benar dalam menemukan motivasi setiap kali. benar dalam mengoptimalisasi potensi diri.

3. shidqul iltizam
artinya benar dalam komitmen. benar dalam menetapi rencana-rencana, benar dalam memegang teguh nilai-nilai. benar dalam memaksa diri, benar dalam menghadapi tantangan dan ancaman. benar dalam istiqomah dzikir, fikir dan ikhtiyar.

4. shidqul 'amaal
artinya benar dalam proses kerja. benar dalam cara dan metode. benar dalam tiap gerak anggota badan.

untuk lebih jelasnya silahkan baca jendela-jendela ilmu karya 'ulama besar diatas. dijamin gak bakal nyesel asal bener.